Cerita Sex Tangga Darurat

Cerita Sex Tangga Darurat


Gila SexCerita Sex Tangga Darurat, Kisah nyata ini terjadi tahun 2015 lalu. Waktu itu aku & teman-teman mengadakan pesta di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Waktu itu aku emang lagi ngak ada pacar alias kosong. Udah lama juga sih sekitar hampir 2 tahun. Bagaimana coba rasanya ? sepi sekali.

Salah satu temanku membawa saudaranya yg katanya baru pulang liburan sekolah di Amerika. Sebutlah namanya Marta. Aku dikenalkan oleh temanku itu. Kami ngobrol-ngobrol cukup lama juga. Marta itu kulitnya antara kuning & coklat, badannya ramping pokoknya kayak gitar spanyol. Payudaranya tidak terlalu besar & tdk kecil, yah sedanglah. Waktu pertama lihat, aku udah tertarik ama dia. Wajahnya lumayan lah, pokoknya aku tertarik.

Malam itu dia pakai pakaian ketat rok mini terusan. Waktu ngobrol, dia bilang ingin melihat lihat harga makanan dilantai bawah. Teman-temanku langsung teriak-teriak "temani Marta tuh ke bawah". Akhirnya aku menemani dia kebawah. Dia jalan nempel ke aku, lalu bilang "gandeng aku dong" Aku gandeng tangannya, aku merasakan aliran darah yg cepat ke jantungku, rasanya aku udah melayang & kemudian aku ereksi. Tanganku dimain-mainkan & kemudian diusap-usap ke daerah dadanya & selangkangan. Aku ngak tahan lagi rasanya. Dia bilang "Vin, ahh enak deh".

Kemudian kami makan di restoran bersama teman-temanku. Selama makan, kakinya mendarat di selangkanganku & memijat-mijat kemaluanku. Tentu saja aku konak. Itu semua terjadi di bawah meja, teman-temanku ngak ada yg tahu. Kemudian kami berdua jalan memisah dari teman-temanku yg lainnya. Kami naik lift, tapi ngak mencet tombol lantai. Ketika lift kosong, dia bilang "sekarang ngapain ya?".


Aku yg udh ngak tahan langsung menabrak & menciumi dia & menjilati lehernya, Marta cuma bisa mengerang & berdesah desah "aahhh… uhhhh… Vin… aaahhh…”. Nafasnya semakin menderu. Tapi akhirnya ada org yg menyetop lift. Kemudian kami keluar dari lift & menuju tangga darurat lalu memulainya lagi.

Aku jilati dadanya, lehernya & kemudian dia membuka pakaiannya. Wah ngak pake pakaian dalam sama sekali & payudaranya menggelantung dengan puting yg coklat, langsung aku lahap, aku lumat, aku emut-emut kedua belah teteknya. Marta mengerang-ngerang, “aahhh Vin… terus Vin… aaahhh… uhh…” & mencakar-cakar punggungku. Aku semakin buas, aku ngak tahan lagi, aku pelorotin bajunya & terlihat vagina & jembutnya yg lebat. Aku jilati memeknya yg udah basah dari tadi. Marta menegang & berteriak “auuuuhhhhhhhhh…” & menjambak-jambak rambutku.

Marta minta agar memeknya dimasukin penisku secepatnya, aku pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Akhirnya aku buka celanaku, aku usap-usap penisku ke memeknya dia. Dengan perlahan aku masukkan penisku ke memeknya, lalu aku genjot memeknya dengan gerakan maju mundur. Aku percepat goyanganku sembari melumat lehernya, rasanya aku benar benar ngak tahan. “Vin terus Vin…” katanya. Kami berciuman sambil bergoyang seperti memompa-mompa. Akhirnya Marta menegang lagi untuk kedua kalinya, aku semakin percepat goyanganku sampai akhirnya terasa ada yg mau keluar dari penisku. Aku keluarkan penisku dari memeknya & menyemprotlah maniku diantara payudara Marta, “ooohhhhh…” aku berteriak kecil "Martaaaaaa…", kemudian dia mengelap dadanya dengan tisu yg dibawanya, ngak ada mani yg masuk ke vaginanya. Dia bilang jgn bilang siapa-siapa, jga dgn sahabat.
Share on Google Plus

About Jenny Chen

0 comments:

Post a Comment