Cerita Sex Mama Akhirnya Pasrah

Cerita Sex Mama Akhirnya Pasrah

Cerita Sex Janda, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Mama, Cerita Dewasa Janda, Cerita Dewasa Sedarah, Cerita Sex Mama Terbaru, Cerita Dewasa Mama, Cerita Sex Bahan Coli, Cerita Ngentot Mama, Cerita Seks Mama, Cerita Panas Mama, Cerita Panas Sedarah, Cerita Hot Janda, Cerita Panas Janda, Cerita Sex Janda Terbaru, Cerita Dewasa Janda Terbaru, Cerita Sex Sedarah Terbaru, Cerita Sex Mama Pasrah, Cerita Ngentot Mama Terbaru, Cerita Sex Ngentot Mama

Cerita Sex Mama Akhirnya Pasrah

Gila Sex - Cerita Sex Mama Akhirnya PasrahSaya sudah 14 thn jadi janda. Saya membesarkan ke3 anak saya dgn tenaga saya sendiri. Saya harus pontang - panting mencari nafkah agar anak - anak saya bs terus sekolah.

Stelah 5 thn saya sendiri, anak sulung saya Hardi mulai bisa membantu saya di pasar dan dua adik perempuannya hrus pula krja kras di rumah, walau mereka msih kecil. Saya bangga pada anak sulung saya yg mau bantu saya di pasar jualan. Dia mau bekerja keras mengangkati barang pelanggan, seperti beras selalu dia pikul seberat 20 kg.

Nilai rapor nya di skolah ckp bagus dan saya sangat bangga padanya. Saya kira dia adlh seorg anak yg sngt berbakti kpda ibu nya yg sdh janda ini. Saat ayah nya mati dia masih kelas 5 SD dan adiknya yg kecil belum sekolah. Saya dan ke3 anak saya slalu tidur se-kamar. Trkadang saya membutuhkan Hardi utk mengambil air panas, utk menyeduh susu anak bungsu saya. Hardi slalu aja kurang tidur. Kalau hujan, saya slalu mengeloni Hardi utk melepas rindu saya pda bapaknya yg mirip sekali dgn wajah nya.

Saya menolak setiap tawaran laki-laki yg mau menikahi saya. Terlebih jika laki-laki itu tdk jelas, mau hidup hanya numpang pula di kehidupan yg saya anggap sdh susah ini, sementara mereka menganggap saya org mampu karena memiliki 2 kios peninggalan suami saya yg saya usahai dgn gigih.

Hardi mmng suka kolokan. Malam-malam dia suka membuka baju saya dan menyusu. Bila saya larang, dia selalu merengek mau nangis. Dia tidak malu menyusu di depan adik-adiknya. Lima tahun, dia terus menyusu pada saya, walau sebenarnya air susu saya sudah tidak ada. Sampai kelas 3 SMP, dia tidak bisa tidur kalau dia tidak menyusu.

Yg terjadi pda saya, setiap kali dia menyusu, terus terang saya slalu nafsu, karna usia saya juga masih produktif. Terkadang, jika saya butuh, saya malah sering menyodorkan payudara saya ke mulutnya, kemudian tangan saya meraba-raba klitoris saya sendiri. Sampai akhirnya saya tertidur pulas, stlh saya tiba pda puncak klimaks saya. Terkadang, Hardi justru tertidur lebih dulu, sebelum saya tiba pda klimaks saya, lalu saya memaksanya utk kembali mengisap puting susu saya. Kalau dia tdk mau, saya mengancam, kalau besok-besok saya tdk mengizinkan nya menyusu tetek lagi.

Lima thn dia terus menyusui, sampai dia kelas 1 SMA. Semakin lama, cara menyusunya semakin membuat saya benar-benar bernafsu. Dia slalu menyusu saat kami nonton TV berdua, ketika adik-adiknya sudah tidur, atau kalau dia ingin menyusu, dia tinggalkan kamar tidurnya, lalu datang ke kamar sya dan langsung saja membuka baju saya dan terus menyusu. Stlh puas menyusu, dia kembali ke kamar tidur nya.

Malam itu, kami berdua nonton TV, sampai pukul 00.30. Karna ada acara yg menarik. Sambil menonton, saya menyodorkan payudara saya ke mulutnya, karna saya juga nafsu melihat adegan dlm film yg kami tonton dgn menggunakan antena parabola, dari Prancis.

Mungkin sebuah kesalahan bagi saya, saya membiarkan tangan Hardi menepis tangan saya, saat saya meraba klitoris saya. Tangan Hardi yg menggantikan rabaan pda klitoris saya dan saya menikmatinya dgn nafsu birahi. Saya berada di awang-awang nafsu birahi rasanya, karna tangan nya mampu membuat saya terbang ke 7 langit nafsu birahi binal hasrat tak terbayangkan.


Saya pun udah tdk duduk di sofa lagi, melainkan saya udah duduk di lantai yg beralaskan karpet. Saat itu tanpa sadar, karna saya sdh sangat bernafsu dan hampir tiba pda orgasme saya. Saya tak ingat lagi bagaimana kejadiannya, tiba-tiba penis Hardi sdh masuk penuh ke dlm memek saya. Saya mulai dipompanya dari atas dan saya melayaninya, sampai saya orgasme dan memeluknya dgn kuat. Saat itu pula Hardi melepaskan spermanya beberapa kali.

Lama - lama pelukan kami merenggang. Saat itulah saya sadar, kalau Hardi msh berada di atas tubuh saya.

"Kenapa kamu perkosa Ibu nak? Kan aku ibu kandungmu??.." kata saya setengah berteriak dlm bisikan saya. Hardi tak berani menjawab.

"Kenapa, Nak?" tanya saya lagi.

"Maafkan Hardi Bu. Hardi gak sengaja. Hardi nafsu sekali melihat ibu. Ditambah Ibu juga punya payudara yang bulat dan seksi sekali.. Sudah lama sekali Hardi menginginkan ini.." katanya gemetaran.

"Tapi..." saya meneteskan air mata dan pikiran sedikit kacau.

"Maafkan Hardi ya Bu..."

Kami pun diam. Saya turunkan kain sarung saya utk menutup kemaluan saya. Lalu saya mengambil celana dalam Hardi dan memakaikannya kembali. Saat saya memakaikannya, saya masih melihat kemaluan nya masih tegang dan basah berlendir. Sebenarnya saya masih bernafsu tapi ya sudah lah.

Saya matikan TV dan pergi meninggalkan nya. Saya masuk ke kamar saya dan saya kunci dari dalam kamar. Saya lihat kedua putri saya tertidur dgn pulas. Saya terus menangis, sampai kemudian saya tertidur pulas dan bangun kesiangan. Saya terbangun setelah Hardi menggedor kamar saya, dan saya membuka pintu. Begitu saya membuka pintu, Hardi memeluk saya dan memohon maaf atas kejadian tadi malam. Saya diam saja. Hardi mengikuti saya kemana saja sampai mulut saya mengeluarkan kata-kata "Ya.. sudahlah".

Beberapa hari kami tidak saling tegur sapa. Sepulang dari sekolah dia langsung ke pasar membantu saya. Di pasar dia mengganti pakaiannya. Begitu dia datang, saya langsung menyiapkan makan siangnya, tanpa bicara apa-apa. Dia juga makan dalam diamnya dan bekerja dalam diamnya, karena dia sudah mengetahui apa yg harus dia lakukan sebagai tugas rutinnya.

Setelah sepuluh hari, dia memasuki kamar saya dan membuka baju saya, lalu menyusu. Duh... batin saya. Hardi datang tepat waktu, saat saya demikian bernafsu malam itu. Tak bisa saya tolak perbuatannya, karna ntah knapa saya benar-benar sangat bernafsu.

"Jangan disini. Tunggu aku di kamarmu..” bisik saya.

Hardi langsung keluar kamar. Saya pastikan kedua putri saya tertidur pulas, saya pun mendatanginya ke kamar tidur nya. Langsung saya buka payudara saya utk disodorkan ke mulutnya. Hardi justru memeluk saya dan mencium bibir saya dan melumatnya. Saya refleks membalas lumatan bibir nya dan kami saling melumat dengan nafsu dan hasrat, dan semuanya berlangsung demikian saja, dan saya juga sudah telanjang bulat.

Payudara saya menjadi sasaran mulutnya dan memek saya dan klitoris saya dielus-elusnya, sampai basah. Dan... saya merasakan memek saya sudah dipenuhi sebuah benda hangat. Kami saling berpelukan lalu kami saling jilat, saling gigit dan segalanya,

"Ahhh... Hardi.. shhhh... kontol kmu enak bngt nak.." desahanku smbil memuji muji dan menikmati batang kontol nya.

"Hardi sayang sama ibu" kata hardi.

"Iya nakk, ibu juga sayang sama Hardi... shhh.. ahhh" desahku..
"Terusin nak,   yang cepat... ibu sudah gak tahan.. ibu pengen keluar sayang..." desahku keras..

"Ahhh.. iya bu.. Hardi juga pengen keluar.." kata anakku.

"Ahhh.. shhh... ahhh... mmmmm... nikmat bngt kontol mu sayang.." desah ku sambil memuji batang nya..

"Bu, hardi mau keluar nih.. keluarin di dalem aja ya.. biar lebih nikmattt... ehh.. shhh.." kata hardi anakku.

"Iya nakkk, semprot sperma kmu dalem dalem sayang... ibu pengen ngerasain sperma hangat kamu... shhh.. ahh..." desahku dan persetujuanku menerima semprotan sperma kental nya..

"Shhh... ahhh.. Hardi keluar buuu... ahhh.." crottt... crottt.. crottt denyutan kontol anak ku masih terasa di dalam memek basah ku..

"Ahhh... ibu jga keluarr nak.. ahhh.. shhh... enak sekali kontol kamu sayang.. sperma kamu hangat.." desahku..

"Ibu isap ya.. hihihi.. nampaknya ibu bakal ketagihan.. Mmmm..." kataku sambil melanjutkan mengulum kontol anak ku.

"Mmmm.. Hmmm.. Mpphhh... Mmmm.." suara kuluman mulutku.

"Enak banget rasa sperma mu nak.. asin asin gimana gitu.. ibu pasti ketagihan.. hihihi.." kataku kpd anakku.

"Iya bu, makasi ya udah kasi jatah ke Hardi.. Maaf ya waktu itu Hardi main sodor sendiri.."

"Iya, gpp kok.. Ibu hanya terkejut saja.. tapi sekarang Hardi sudah boleh menyetubuhi dan menikmati tubuh ibu kapan pun Hardi mau kok.." kataku.

Kami kembali berciuman dan melumat dengan penuh cinta, nafsu dan hasrat yang berkumpul menjadi satu.. Lalu kami bersetubuh kembali karena nafsu birahi yang bangkit kembali dari dalam tubuh kami masing masing.. Hingga kami berdua tiba pada puncak kenikmatan. Lalu kami tertidur, sampai kami dibangunkan oleh adzan subuh. Kami bersiap-siap memakai pakaian kami dan saya segera kembali ke kamar saya.

Sebulan setelah kejadian itu, saya ternyata tidak haid. Karena kami juga hampir setiap hari melakukan persetubuhan sedarah antar anak dan ibu ini. Saat saya periksa ke dokter, hasilnya menyatakan saya sudah hamil tiga minggu. Saya panik karena akan melahirkan tanpa suami. Apa yg akan di katakan orang jika mengetahui soal ini.

Saya mendengar cerita teman-teman di pasar, sampai saya mengatakan ada tetangga saya yg hamil sudah tiga minggu, sementara suaminya sedang merantau. Bagaimana mengatasinya. Kasihan tetangga saya, ujar saya. Seorang teman mengajari saya, agar saya membawa sang tetangga ke sebuah ahli jejamuan. Katanya kalau belum lewat sebulan masih gampang di lunturkan. Nasihatnya saya turuti, Malam saya minum jamunya, besok siangnya saya haid selama empat hari.

Setelah saya laporkan pada teman saya bahwa nasihatnya itu manjur, teman saya di pasar menganjurkan agar tetangga yg saya ceritakan padanya memakai susuk KB pada seorang bidan yg dia kenal dan laki-laki selingkuhannya itu memakai kondom, jadi aman, sebab keduanya sudah saling menjaga.

Dari sana persetubuhan saya dengan anak saya juga lebih binal dan kami juga sudah seperti suami istri sampai saat ini. Saya sudah menyayanginya lebih dari seorang anak terlebih seperti seorang suami.. Dan saya benar benar merasa lebih muda kembali.

Selesai.

Agen Poker Indonesia

Cerita Sex Janda, Cerita Bahan Coli, Cerita Sex Dewasa Janda, Cerita Sex Ibu, Cerita Dewasa Sedarah, Cerita Ibu dan Anak, Cerita Sex Ibu dan Anak

Share on Google Plus

About Jenny Chen

0 comments:

Post a Comment